Kawal Program Koorporasi Mas Dhito Cek Rutin Kondisi Kesehatan Sapi

    Kawal Program Koorporasi Mas Dhito Cek Rutin Kondisi Kesehatan Sapi

    KEDIRI - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana akrab disapa Mas Dhito menginginkan kesehatan sapi-sapi pada program koorporasi sapi selalu dimonitoring untuk memastikan proses pengembangbiakan berjalan dengan baik dan menghasilkan sapi yang berkualitas. 

    Pendampingan dan pengembangan program koorporasi sapi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri. Salah satunya adalah pemeriksaan kesehatan rutin dan USG untuk sapi-sapi tersebut. 

    Americano espresso shot
    market.biz.id Americano espresso shot
    16% Rp 5.000
    Beli sekarang!

    Dari pemeriksaan USG sapi yang dilakukan pada 2 dan 3 Februari ini terdeteksi 4 sapi di Kandang Kelompok Tani Subur Desa Tales Kecamatan Ngadiluwih. 

    “Kita (Pemkab Kediri, red) telah melakukan pemeriksaan kebuntingan dan kesehatan sapi impor 35 ekor di Kelompok Tani Subur, ” kata Tutik Purwaningsih selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri. Jumat (4/2/2022) 

    JEJAKPOLITISI.COM
    market.biz.id JEJAKPOLITISI.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Pemeriksaan ini, kata Tutik, dilakukan untuk menjaga kualitas sapi-sapi dari Program 1000 sapi yang dibawa oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dari Kementerian Pertanian RI ini.

    Pihaknya menerangkan, selain USG juga dilakukan pemeriksaan kesehatan dari sapi-sapi tersebut. Seperti, pemberian obat cacing, vitamin, timbang badan, pengambilan sampel darah, cek kehamilan, hingga inseminasi buatan (IB).

    WARTA.CO.ID
    market.biz.id WARTA.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    "Pemeriksaan kesehatan hewan dilihat dari badan sapi ini dengan penimbangan berat badan juga pengambilan sampel feses untuk mengetahui sapi cacingan tidak, " terangnya. 

    Sedangkan untuk Fattening treatment kesehatan yang diberikan untuk sapi-sapi serupa dengan indukan impor. Tutik menambahkan, tantangan bagi pemeriksaan sapi ini justru pada indukan impor yang notabene mempunyai karakter berbeda dengan pejantan lokal yang cenderung lebih kalem. 

    “Tantangan bagi pemeriksa kesehatan dan peternak ini terletak pada karakteristik indukan impor. Dihabitat asalnya, indukan ini memang dilepas sehingga sedikit agresif, ” pungkasnya.

    Hingga 3 Februari 2022 ini, dari 146 ekor betina impor yang sudah didistribusikan ke kelompok peternak telah melahirkan 13 ekor sapi anakan. Sedangkan dari 500 sapi jantan sudah terdistribusi 400 ekor. Diperkirakan, keseluruhan sapi ini akan terdistribusi akhir Maret mendatang.

    BIGISSUE.ID
    market.biz.id BIGISSUE.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Terpisah, Mas Dhito berharap agar semua peternak terus berinovasi dalam menentukan formula terbaik untuk pengembangbiakan dan penggemukan sapi-sapi tersebut. 

    “Fokus pengembangbiakan sampai berjumlah banyak. Kalau itu sudah tercapai, maka profit untuk peternak-peternak kita ini akan datang secara sendirinya, ” kata Mas Dhito. 

    Jangan lupa, imbuh Mas Dhito, untuk terus lakukan pemeriksaan dan menjaga kualitas sapi dengan memberikan pakan terbaik. (adv kominfo) 

    KEDIRI JATIM
    Prijo Atmodjo

    Prijo Atmodjo

    Artikel Sebelumnya

    Respon Cepat TNI Bersama TSBD dan Pemerintah...

    Artikel Berikutnya

    Mas Dhito Minta Warga Patuhi Prokes Hadapi...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Suferi verified

    Helmi M. Fadhil

    Helmi M. Fadhil verified

    Postingan Bulan ini: 6

    Postingan Tahun ini: 88

    Registered: Aug 14, 2021

    Suhendi

    Suhendi verified

    Postingan Bulan ini: 1

    Postingan Tahun ini: 10

    Registered: Apr 25, 2022

    Tomi E

    Tomi E verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 13

    Registered: Dec 7, 2021

    HermanDjide

    HermanDjide verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 66

    Registered: Nov 23, 2021

    Profle

    Suferi verified

    Ribuan Peserta BPJS Kesehatan Menunggak Akankah Berpengaruh Pada Penghargaan Universal Health Converage (UHC) dari BPJS Kesehatan RI ?
    Kursus Para Dasar Bagi Taruna AAU Dibuka
    Residivis Aniaya Dua Orang Wanita Paruh Baya Karena Pengaruh Obat-obatan

    Rekomendasi

    BEM PTAI Apresiasi Ketegasan Kapolri Tindak  25 Personel Terkait Kematian Brigadir Joshua
    Tewasnya Brigadir Yoshua, Kapolri Periksa 25 Polisi Diapresiasi BEM SI
    Brigjen TNI E. Reza Pahlevi Serahkan Tali Asih dari Kasad Kepada Siswa-Siswi SD YPK Sota Perbatasan RI-PNG Merauke
    Puan Maharani: Kelaparan di Lanny Jaya Harus Jadi yang Terakhir
    Kamrussamad: Penyusunan RAPBN 2023 Harus Antisipasi Dampak Konflik Laut China Selatan

    Ikuti Kami